32 C
Banjarbaru
Jumat, April 10, 2026
spot_img

Harga Kedelai Global Naik, Pengrajin Tempe Di Tanah Laut Tetap Stabil

Kenaikan harga tempe yang terjadi di berbagai daerah pada April 2026 dipicu oleh melonjaknya harga kedelai impor yang kini menembus di atas Rp11.000 per kilogram, serta meningkatnya biaya bahan pendukung seperti plastik kemasan.

Kondisi ini merupakan imbas dari ketegangan geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok bahan baku, sehingga harga kedelai di pasar internasional ikut terdorong naik.

Akibatnya, para perajin tempe di sejumlah daerah terpaksa mengambil langkah penyesuaian, mulai dari menaikkan harga jual, mengurangi ukuran produk, hingga beralih menggunakan daun pisang sebagai alternatif kemasan.

Namun, berbeda dengan daerah lain, harga tempe di Pasar Pagi Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, terpantau masih relatif stabil.

Solehah, salah satu pengrajin juga pedagang tempe di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya memilih untuk tidak menaikkan harga jual, melainkan menyiasatinya dengan mengurangi ukuran tempe.

“Supaya harga tetap stabil, kami kurangi ukuran tempe. Selain itu, harga plastik juga ikut berpengaruh,” ujarnya saat ditemui, Jumat (10/4/2026), kepada inikalsel.id.

Langkah ini diambil sebagai upaya mempertahankan daya beli masyarakat di tengah kenaikan biaya produksi. Meski demikian, para pedagang berharap harga bahan baku dapat kembali stabil agar usaha mereka tidak terus tertekan. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img