24 C
Banjarbaru
Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

FGD HUT ke-9 Jejakrekam.com: M. Hadin Muhjad Tekankan Peran Strategis Pemilik Media dalam Menjaga Independensi dan Kebenaran

Peringatan hari jadi ke-9 Jejakrekam.com tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang refleksi mendalam melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Pemilik Media dalam Menjaga Independensi Jurnalistik dan Menegakkan Suara Kebenaran” yang digelar di Cangkir Coffee, Jalan Mahligai KM 7, Pemurus Luar, Banjarmasin, Minggu (4/1/2026).

Diskusi dipantik oleh M. Hadin Muhjad, guru besar di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Ia juga menjabat Pembantu Rektor I bidang akademik Universitas Lambung Mangkurat. Mengawali ruang diskusi, Ia mengupas secara kritis relasi antara kekuasaan, media, dan kebenaran dalam praktik jurnalistik kontemporer.

Dalam pemaparannya, Hadin menyoroti kecenderungan media yang kerap dijadikan instrumen kekuasaan untuk mengontrol narasi publik.

“Kekuasaan menggunakan berbagai alat untuk mempertahankan posisinya. Media sering dijadikan pengontrol narasi untuk mencapai tujuan politik tertentu. Inilah persoalan mendasar yang harus dikritisi,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai isu kebijakan publik, termasuk persoalan banjir, yang menurutnya seringkali disajikan tanpa basis kajian ilmiah yang memadai, sementara hasil penelitian dan kajian akademik justru diabaikan dalam proses pengambilan keputusan.

“Kajian tentang banjir sangat banyak dan tersedia di ruang publik. Namun kebijakan yang diambil sering tidak memiliki dasar kajian yang kuat. Di sinilah peran media seharusnya berdiri sebagai pengawas dan pengoreksi,” tegasnya.

Hadin kemudian menggarisbawahi keterbatasan kekuatan masyarakat sipil dibandingkan pemerintah, di mana publik hanya memiliki “alat” berupa nalar kritis dan suara, sementara negara memiliki kewenangan tindakan dan kebijakan.

Ia juga mengkritisi praktik jurnalistik yang mulai bergeser dari substansi kebenaran menuju sensasi, terutama dalam penyajian fakta dan eksploitasi aib personal.

“Tugas jurnalistik adalah menyampaikan fakta sebagaimana adanya. Namun hari ini, sering kali kebenaran dikalahkan oleh daya tarik sensasi. Aib pribadi dengan bangga dipublikasikan, padahal menjaga kehormatan manusia adalah bagian dari etika,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini menuntut tanggung jawab besar, tidak hanya dari wartawan, tetapi juga dari pemilik media sebagai penentu arah kebijakan redaksional.

“Independensi jurnalistik dan keberpihakan pada kebenaran harus dijaga dari hulu. Di sinilah peran pemilik media menjadi sangat menentukan,” kata Hadin.

Ia menutup pemantik diskusinya dengan mengajak seluruh peserta FGD untuk berdialog secara terbuka, mengkritisi praktik media hari ini, dan merumuskan langkah konkret agar pers tetap menjadi penjaga kebenaran dan demokrasi.

“Benar itu harus benar—berdasarkan fakta dan ilmu. Inilah yang perlu terus kita diskusikan dan rawat bersama,” tutupnya.

FGD tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan HUT ke-9 Jejakrekam.com, yang mengusung semangat refleksi, perbaikan, dan penguatan peran pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img