25 C
Banjarbaru
Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Festival 10 Ribu Apam Desa Setarap Berlangsung Sakral dan Meriah

Sebagai ungkapan syukur masyarakat desa Setarap Kecamatan Satui menyeleggarakan selamatan apam. Sejak awal Desember 2025 hajatan rutin yang sudah berlangsung turun temurun ratusan tahun ini dimeriahkan dengan festival bertajuk 10 ribu apam.

Selain acara inti ritual makan bersama apam, festival dimeriahkan dengan sejumlah lomba dan hiburan rakyat. Puncaknya di laksanakan Minggu, 13 Desember 2025, seluruh warga tumpah ruah di lapangan desa yang terletak di pesisir pantai.

Dalam prosesi selamatan apam, penganan berbahan dasar tepung beras yang dikukus tersebut dihumpun di balai desa. Sejumlah 10 ribu dihimpun dari setiap kepala keluarga.

Apam tersebut lalu diarak ke tepi pantai diiringi dengan tarian hadrah. Apam dimasukkan dalam hiasan gotong berbentuk perahu. Oleh tetua adat dibacakan doa selamat. Lalu dimakan beramai-ramai oleh warga desa. Tradisi sudah berlangsung sejak desa ini ada.

Tetua adat, Asmuri mengatakan tradisi ini sebagai ungkapan syukur masyarakat setempat terhadap rezeki dari hasil bumi yang berlimpah. Sebagaian besar masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan.

“Kita haturkan doa selamat pada Allah, sebagai ungkapan syukur atas rezeki selama setahun. Tradisi ini juga wujud kebersamaan masyarakat. Mereka membawa sendiri apamnya, kita himpun lalu kita santap beramai-ramai,” kisah Asmuri yang merupakan genarasi ke 6 yang didaulat sebagai tetua adat sejak ritual ini dilaksanakan pertama kali.

Apam terang Asmuri merupakan penganan sederhana yang mudah diolah. Bahan baku tepung beras merupakan simbol makanan utama yang dulu kala merupakan panganan primadona yang sangat lekat dengan lidah masyarakat setempat.

“Tidak ada ritual penyembelihan hewan. Tidak ada makanan yang di-mubazirkan dengan dilarung ke laut. Selama saya yang memimpin ritul ini saya tidak ingin ada hal yang melanggar syariat Islam terjadi. Makanan yang ada cukup dinikmati bersana,” ujar Asmuni yang tegas monolak.

Kapala Desa Setarap Muhammad Roly Efendi mengatakan, momentum selamatan apam ini sengaja dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan yang cukup menyita perhatian. Bukan hanya bagi warga desa, namun juga di lingkungan sekitar terutama di kecamatan Satui.

“Kita gelar berbagai event. Kegiatan keagamaan, berbagai lomba dan acara hiburan yang membuat warga bergembira dan bersuka cita. Untuk lomba bahkan kita buat skalanya se-kabupaten. Medatang akan kita tingkatkan lagi, ” ujarnya.

Roly Sapaan akrabnya, menjelaskan event ini bukan hanya sebagai upaya pelestarian tradisi budaya, namun pengembangan sektor kepariwisataan. Ia berharap kegiatan ini dapat memberi efek positif bagi pengoptimalan potensi wisata.

Potensi panorama pantai desa Setarap tak kalah eksotik jika dibandingkan dengan pantai lain di kabupaten ber-tagline Bersujud. Event budaya ini menurut Roly menjadi nilai tambah selain kebersahajaan masyarakatnya. Karena itu poensi ini harus dikembangkan.

“Kita berharap dukungan berbagai pihak. Untuk diketahui sebelum wabah covid merebak, event selamatan apam ini diselenggarakan secara meriah dengan melibatkan berbagai stakeholders. Namun karena pandemi, acara tersebut diselenggarakan sekadarnya. Ini kamui malakan lagi agar meriah,” ujarnya.

Acara puncak vestival 10 ribu apam dihadiri sejumlah pejabat muspika, tokoh Masyarakat, anggota legislatf dapil setempat, perwakilan perusahaan sponsor, personel Pol Airud, personel Yonif TP 828 Banua Waranni Mattone, komunitas / kelompok budaya dan tim Kopiambar. Bzak

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img