Pelaksanaan Festival Pasar Wadai Ramadan di kawasan Nol Kilometer Banjarmasin, menuai sorotan. Pasalnya, Baru memasuki hari keempat, fasilitas dasar seperti WC dan ketersediaan air bersih menjadi pertanyaan warga.
Keluhan itu mencuat di media sosial Facebook melalui akun Noeh Cilikriwut yang mengaku turun langsung ke lokasi Pasar Wadai.
Dalam unggahannya, ia melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan acara tahunan tersebut.
“0 KM, pengelola atau dari pemerintah yang mengadakan pasar wadai baru empat hari kebersihan sudah tidak dijaga,” katanya, dalam potingan tersebut. “Air WC dan musala kesediaannya tidak ada,” ujarnya, lagi menambahkan.
Unggahan tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang menyayangkan kondisi itu, mengingat Pasar Wadai merupakan agenda tahunan yang selalu dipadati masyarakat untuk berburu takjil dan kuliner khas Ramadan.
Sebagai salah satu titik keramaian di jantung kota, kawasan Nol Kilometer dinilai seharusnya didukung fasilitas yang memadai.
Terlebih saat event besar seperti Festival Pasar Wadai Ramadan digelar, kebutuhan dasar seperti WC bersih, air mengalir, serta fasilitas penunjang ibadah menjadi aspek krusial yang tak boleh diabaikan.
“Event sebesar ini masa fasilitas dasarnya tidak siap?,” ujar salah satu warganet, tulisnya dalam kolom komentar. “Ini kan agenda tahunan, bukan mendadak,” ujarnya lagi menambahkan.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil merasa terkejut dengan keadaan tersebut. Namun, untuk menjawab keluhan warga, Ia menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan Festival Pasar Wadai Ramadan kepada pihak penyelenggara.
“Tanyakan dengan pihak EO saja bro,” ujarnya. “Mereka yang paham masalah ini”. ucapnya lagi. Stn![]()










