26.3 C
Banjarbaru
Rabu, Januari 21, 2026
spot_img

Cerita Kelam Adel dan Jailani, Dua Anak Yatim Piatu yang Kini Mendapatkan Harapan Baru

Malang menimpa Felina Delfi (11 tahun) dan adiknya Jailani (5 tahun), warga Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Mereka kehilangan kedua orang tua karena kecelakaan 3 tahun silam di Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Adel sapaan akrabnya, kini mengalami keterbatasan fisik, tangan kanannya tidak berfungsi normal, bahkan hanya untuk menulis pun tidak bisa. Sementara Jailani luka pada kaki kiri yang meninggalkan bekas hingga sekarang.

Kedua anak malang ini ditemukan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat melakukan pemantauan banjir Sabtu 17 Januari 2026. Dia membujuk keluarga Adel dan Jailani untuk dilakukan pengobatan.

“Tindakan medis dilakukan demi masa depan kedua anak tersebut. Jailani dijadwalkan menjalani operasi kaki pada hari Rabu mendatang oleh tim dokter ahli, spesialis bedah dr. Indro Sp.B,” ujarnya usai menjenguk keduanya di RS Bhayangkara Banjarmasin, Senin (19/1/2026).

Sementara untuk Adel dilakukan pengkajian mendalam, oleh tim yang dipimpin dr. Aditya, Sp,OT karena cidera saraf di tangan kanan, lanjutnya. Tindakan medis akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil kajian tim dokter. Operasi rencananya dilaksanakan di RS Bhayangkara.

Namun, apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, kedua anak tersebut akan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

“Pengobatan akan kita lakukan sampai nanti mereka kembali normal. Ini untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Dikatakan Kapolda, awalnya pihak keluarga sempat keberatan dilakukan operasi. Namun setelah diberikan pendampingan dan perhatian, keluarga akhirnya menyetujui tindakan medis tersebut.

“Sekarang anak-anak ini kita rawat untuk persiapan operasi,” ucapnya.

Kapolda juga membuka kemungkinan adanya bantuan lanjutan bagi kedua anak yatim piatu tersebut. Ia mengatakan rencana ke depan akan dibahas bersama para Pejabat Utama Polda Kalsel.

“Nanti akan kita diskusikan dengan PJU. Konsepnya seperti apa, dalam satu dua hari ini akan kita rapatkan, Semoga cita-cita Adel menjadi guru nantinya bisa terwujud,” pungkasnya.

Pengobatan tidak hanya dilakukan secara medis, kerena Adel dan adiknya mengalami trauma, maka Bhayangkari Kalsel memprioritaskan program trauma healing sebelum tindakan medis dilakukan.

“Kami akan melakukan trauma healing. Sejauh mana, sedalam apa trauma anak-anak ini terhadap kecelakaan yang telah dia diderita selama ini. Semoga Ananda Adel dan Ananda Jailani segera diberikan kesembuhan, kepulihan,” ucap Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Yennie Rosyanto Yudha Hermawan kepada wartawan.

Sementara itu, Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, menjelaskan bahwa kondisi Adel masih memerlukan pemeriksaan lanjutan sebelum ditentukan tindakan medis selanjutnya.

Menurutnya, tim dokter belum dapat memastikan secara pasti sumber gangguan yang dialami Felini, apakah disebabkan oleh saraf pusat yang terjepit atau faktor medis lainnya.

“Karena itu, kami belum bisa memastikan tindakannya akan dilakukan di mana, apakah di Rumah Sakit Bhayangkara atau perlu dirujuk ke rumah sakit lain, termasuk kemungkinan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” jelasnya.

Sedangkan, tindakan medis terhadap adiknya, Jailani, telah diputuskan. Operasi terhadap anak laki-laki tersebut telah dijadwalkan pada Rabu 21 Januari 2026. Terkait peluang kesembuhan, Kabid Dokkes menyampaikan bahwa prognosis Jailani dinilai baik.

“Insya Allah prognosisnya bagus. Kita doakan semoga Allah memberikan kemudahan, sehingga operasi dapat berjalan lancar dan hasilnya juga baik,” imbuhnya.

Mewakili pihak keluarga, Anisa Marita menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi pada tahun 2022 di wilayah Kapuas, Kalimantan Tengah. Kecelakaan terjadi saat satu keluarga tersebut berboncengan satu sepeda motor.

“Naik motornya itu berboncengan, di depan itu si Adel, ayahnya, terus di tengah itu si Jailani, di belakangnya ibunya,” kenang sang nenek, Anisa Marita mewakili pihak keluarga.

Dikatakannya Marita, peristiwa kecelakaan terjadi saat motor yang dikendarai melintasi jalan aspal yang rusak, sebuah truk yang hendak menyalip menyerempet motor mereka dari arah belakang samping.

Benturan keras tersebut membuat ayah mereka, Muhammad Haris, meninggal dunia beberapa menit setelah tiba di Puskesmas. Sementara sang ibu, Husnul Khatimah, menyusul tak lama kemudian setelah mengalami pendarahan hebat.

Adel dan Jailani selamat, namun harus menanggung luka fisik. Adel mengalami gangguan motorik pada tangan kanan sehingga tidak bisa menggenggam, dan Jailani luka pada kaki kiri yang meninggalkan bekas.

Selama setahun lebih, pihak keluarga terpaksa menyimpan rahasia pahit tentang kematian orang tua mereka agar tidak membebani mental anak-anak yang masih kecil.

“Lama-lama kan dia tanya, ‘di mana bapakku, mamaku kok belum pulang?’ Kita bilangin, ‘iya masih kerja’, alasan gitu aja semestinya,” tutur nenek dengan nada lirih.

Selain luka fisik, Jailani menderita trauma psikologis yang mendalam terhadap lingkungan rumah sakit.

“Anaknya yang si Jailani aja, dia sampai trauma melihat dokter dia ngamuk, menangis histeris,” tambahnya.

Bagi sang nenek, bantuan ini lebih dari sekadar pengobatan cuma-cuma. Ia berharap Adel dapat meraih cita-citanya menjadi seorang guru meski dengan keterbatasan yang ada dan luka di kaki kiri Jailani sembuh.

 “Ulun (saya) enggak menghayal untuk 100 persen. Setidaknya dia bisa menggaruk, bisa mengikat rambut, bisa pakai kerudung. Mudah-mudahan kabul juga hasrat hatinya,” tutup sang nenek penuh rasa syukur atas kepedulian Kapolda Kalsel Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan. Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img