Di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Epi Lestari sukses mengembangkan usaha jamu tradisional dengan konsep kekinian. Usaha tersebut ia rintis sejak tahun 2015 dan terus berkembang hingga kini.
Epi menuturkan, awal mula dirinya terjun ke dunia usaha jamu berangkat dari ketertarikannya belajar meracik jamu dari sang mertua yang merupakan penjual jamu keliling. Ilmu turun-temurun tersebut kemudian ia kembangkan dengan pendekatan berbeda.
“Berawal dari tahun 2015. Saya belajar membuat jamu dari mertua yang memang penjual jamu keliling. Lalu saya lanjutkan berjualan secara online. Waktu itu belum ada yang jual jamu lewat Facebook,” ujar Epi kepada inikalsel.id, Sabtu (21/2/2026).
Langkah berjualan secara daring tersebut ternyata membuahkan hasil positif. Produk jamu racikannya diterima baik oleh masyarakat. Bahkan, pesanan tidak hanya datang dari wilayah Tanah Laut, tetapi juga dikirim hingga ke Tanjung Tabalong dan Batulicin.
Menurut Epi, saat itu jamu masih sering dipandang sebagai minuman kuno, pahit, dan kurang higienis. Selain itu, jamu tanpa bahan pengawet juga dianggap mudah basi. Untuk menjawab stigma tersebut, ia melakukan inovasi dari sisi kemasan dan kualitas produk.
“Dulu jamu dibilang kuno, pahit, atau nggak higienis. Belum lagi kalau basi karena tidak pakai pengawet. Jadi saya kemas lebih kekinian, rapi, dan sudah berlabel P-IRT agar lebih terjamin keamanannya,” jelasnya.
Seiring waktu, usahanya sempat vakum pada 2019 hingga 2024 karena kesibukan lainnya. Saat kembali aktif, Epi melihat semakin banyak pelaku usaha jamu yang berjualan online dengan kemasan serupa. Hal itu mendorongnya kembali berinovasi.
Pada 2024, ia mulai menghadirkan konsep jamu siap minum seperti minuman modern, dikemas menggunakan gelas dengan tambahan es sehingga dapat langsung dinikmati dalam keadaan segar.
Inovasi tersebut pertama kali ia perkenalkan saat Pasar Rakyat dan mendapat respons positif.
Adapun varian jamu yang ditawarkan antara lain Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih, Sedang Jahe, Beras Kencur, Moon Berry (ekstra bunga rosella dan stroberi), serta Indigo Soul (ekstra bunga telang dan jahe).
Tak hanya fokus pada penjualan online dan pasar rakyat, Epi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan UMKM. Terbaru, ia turut meramaikan Ramadhan Expo 2026 yang digelar di kawasan Pal Palan, Pelaihari. Momentum tersebut dimanfaatkannya untuk memperkenalkan jamu kekinian kepada masyarakat luas, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Melalui inovasi yang terus dilakukan, Epi Lestari membuktikan bahwa jamu tradisional dapat tampil lebih modern tanpa meninggalkan khasiat alaminya, sekaligus mampu bersaing di tengah tren minuman masa kini. Dede![]()










