Kabar membanggakan datang dari ajang Festival Kemilau Ramadhan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada 1447 H/2026 M. Kegiatan yang berlangsung sejak 13 Maret hingga 17 Maret 2026 tersebut menghadirkan berbagai penampilan seni kreatif dari generasi muda, khususnya dalam Lomba Madihin Kreatif.
Salah satu peserta, Aditya Agustian, pemuda asal Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, berhasil meraih Juara II dalam kompetisi tersebut. Ia tampil memukau dengan konsep madihin kreasi menggunakan alat musik cajon, yang dinilai mampu menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern.
Menariknya, Aditya tidak sendiri. Ia bersama empat peserta lainnya merupakan binaan dari Sanggar Sangkakala Tanah Laut yang turut ambil bagian dalam lomba tersebut. Keikutsertaan mereka menjadi bukti konsistensi sanggar dalam membina generasi muda untuk melestarikan seni budaya daerah.
Penampilan Aditya dinilai memberikan warna baru dalam pertunjukan seni khas Banjar, sekaligus menunjukkan bahwa madihin tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Selain Aditya, lomba ini juga menghadirkan berbagai inovasi dari peserta lainnya. M. Ridhani tampil dengan madihin beriringan gitar akustik, M. Rizky Fadillah menghadirkan kreasi drum mini dari kaleng bekas, sementara M. Fikri Suhud tetap mempertahankan madihin dengan pakem tradisional.
Festival Kemilau Ramadhan sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang digelar sebagai upaya melestarikan seni budaya daerah, khususnya madihin, agar terus diminati oleh generasi muda.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Syafrudin Noor, didampingi Wakil Bupati H. Suriani, turut menghadiri penutupan festival pada Selasa (17/3/2026) sekaligus memberikan apresiasi kepada para peserta.
“Kami sangat bangga melihat generasi muda mampu melestarikan seni budaya daerah seperti madihin dengan cara yang kreatif dan inovatif. Ini menunjukkan bahwa budaya kita tetap hidup dan berkembang di tengah zaman,” ujar H. Syafrudin Noor.
Prestasi yang diraih Aditya Agustian diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya serta menjaga warisan budaya lokal dengan inovasi yang kreatif dan relevan di era sekarang. Dede![]()










