30 C
Banjarbaru
Senin, Februari 23, 2026
spot_img

Tunggak Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Pasukan Turbo Geruduk PT. Cangkal Wasista Nugraha

Pasukan Turbo Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin geruduk PT. Cangkal Wasista Nugraha, di Komplek Bumi Kasturi, kawasan Ahmad Yani Km 5, Selasa (06/01/2025) siang. Kedatangan mereka untuk menagih pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, yang tidak dibayarkan oleh perusahaan outsourcing itu.

Padahal mereka berperan penting untuk menangani banjir dan menjaga infrastruktur kota tetap berfungsi. Hal tersebut terungkap setelah beberapa anggota Pasukan Turbo menjalani pengobatan di rumah sakit. Seharusnya, mereka mendapatkan pelayanan gratis. Sayangnya, mereka justru diminta membayar biaya pengobatan secara pribadi, karena status kepesertaan BPJS mereka nonaktif akibat iuran menunggak.

“Kontrak kami sebenarnya berakhir 31 Desember 2025 lalu dan beralih kontrak baru ke pihak penyedia baru. Tapi saat itu setiap bulan gaji kami dipotong untuk BPJS. Nyatanya saat berobat malah disuruh bayar karena kepesertaan tidak aktif,” kata Dina, salah seorang anggota Pasukan Turbo, kepada awak media, saat menyambangi kantor PT Cangkal Wasista Nugraha di komplek Bumi Kasturi, Selasa (6/1/2026).

Dina juga mengaku telah meminta klarifikasi langsung kepada pihak outsourcing terkait tunggakan iuran tersebut. Namun hingga kini, jawaban yang diberikan dinilai tidak jelas dan tidak memberikan kepastian.

“Kami sudah menanyakan langsung ke pihak perusahaan, tapi tidak ada penjelasan yang memuaskan. Seolah-olah masalah ini dibiarkan. Saat kami datang ke kantornya disampaikan pihak outsourching akan dibayarkan Januari ini. Tapi tidak ada kejelasan pastinya kapan,” ujarnya mempertanyakan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan dari informasi dari rekan-rekannya, BPJS Ketenagakerjaan ternyata sudah tidak dibayarkan selama lima bulan, sementara BPJS Kesehatan menunggak selama satu bulan.

Kondisi ini tentu saja sangat merugikan para pekerja, terlebih pemotongan iuran tetap dilakukan setiap kali gaji dibayarkan.

“Yang membuat kami semakin kecewa, gaji kami tetap dipotong setiap bulan. Tapi hak kami sebagai peserta BPJS justru tidak kami dapatkan,” ujarnya dengan nada geram.

Para Pasukan Turbo pun menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini dan menuntut pemenuhan hak-hak normatif yang hingga kini belum dipenuhi oleh pihak perusahaan penyedia jasa tenaga kerja tersebut.

“Kami akan terus memperjuangkan hak kami. Jangan sampai kami bekerja mempertaruhkan tenaga dan keselamatan, tapi perlindungan dasar seperti BPJS justru diabaikan,” kata Dina.

Ironisnya, persoalan ini mencuat di saat peran Pasukan Turbo sangat dibutuhkan, khususnya dalam kondisi darurat banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Banjarmasin.

Di tengah tuntutan kerja yang tinggi dan risiko lapangan yang besar, mereka justru harus berjuang memastikan hak perlindungan sosialnya tidak hilang.

Awak media sempat meminta konfirmasi kepada pihak PT Cangkal Wasista Nugraha. Namun, yang bersangkutan enggan memberikan keterangan resmi terkait dugaan tunggakan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan tersebut. Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img