Duta Baca Tanah Laut 2026, Tiya Maulida atau yang dikenal sebagai Tiya Radam, mengajak generasi muda untuk menjadikan literasi sebagai bekal berpikir kritis, membangun kepedulian, dan mendorong perubahan bagi daerah maupun bangsa.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama inikalsel.id, Kamis (29/10/2026), saat menyikapi peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan.
Tiya mengungkapkan, dirinya berkesempatan mewakili rekan-rekan Duta Baca Tanah Laut 2026 dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Tanah Laut. Dalam kegiatan tersebut, ia juga menyaksikan penganugerahan penghargaan kepada pemuda berprestasi dari berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, kesenian hingga olahraga.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Tanah Laut memiliki banyak anak muda dengan potensi dan kemampuan yang dapat menjadi modal penting bagi kemajuan daerah.
“Saya optimistis, Tanah Laut tidak pernah kekurangan potensi. Pemuda-pemuda ini dengan segala kemampuannya adalah modal besar bagi kemajuan daerah kita, dan Indonesia pada umumnya,” ungkap Tiya.
Ia menilai, sejarah perjalanan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran dan pergerakan pemuda. Semangat tersebut diharapkannya terus tumbuh di Tanah Laut, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil bagian dalam membawa perubahan.
Membaca untuk Melahirkan Pemuda Kritis
Sebagai Duta Baca Tanah Laut 2026, Tiya menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca di kalangan generasi muda. Baginya, membaca bukan sekadar aktivitas untuk menambah pengetahuan, melainkan langkah awal untuk membentuk pemikiran dan mendorong seseorang melakukan perubahan.
“Seorang pembaca akan jadi pemikir, dan dengan berpikir seseorang akan tergerak untuk melakukan perubahan. Kita butuh banyak pemuda sebagai penggerak, demi masa depan bangsa yang lebih baik,” tuturnya.
Tiya juga menyoroti pentingnya literasi di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini. Menurutnya, membaca dapat membantu generasi muda mempertajam pemikiran kritis sekaligus menumbuhkan empati terhadap kondisi di sekitarnya.
Ia berharap, kebiasaan membaca mampu membentuk pemuda yang lebih bijak dalam mengambil sikap, berhati-hati dalam bertindak, tetapi tetap berani menyuarakan keresahan dan menyampaikan gagasan.
Bagi Tiya, generasi muda perlu memiliki landasan pengetahuan yang kuat agar mampu memahami persoalan secara lebih utuh sebelum mengambil langkah atau menyampaikan pendapat.
Kumpai Book Club Jadi Ruang Bertumbuh
Untuk mendorong budaya literasi yang lebih dekat dengan masyarakat, Duta Baca Tanah Laut 2026 turut menghadirkan program yang menyediakan ruang inklusif bagi para pembaca melalui Kumpai Book Club.
Komunitas tersebut menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus berinteraksi dalam lingkungan yang terbuka.
Melalui akun Instagram @kumpaibookclub, komunitas ini mengagendakan pertemuan membaca senyap di ruang publik setiap bulan.
Tiya berharap, kegiatan sederhana tersebut dapat menjadi langkah nyata untuk meningkatkan geliat literasi di Tanah Laut. Lebih dari itu, ruang baca bersama juga diharapkan mampu membuka kesempatan bagi pemuda untuk mengaktualisasikan potensi, bertukar gagasan, dan mengekspresikan diri.
Menurutnya, membangun budaya literasi tidak selalu harus dimulai melalui kegiatan besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan melahirkan generasi yang lebih kritis serta peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Momentum Hari Sumpah Pemuda pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan daerah dan bangsa turut ditentukan oleh pengetahuan, kepedulian, serta keberanian generasi mudanya untuk bergerak.
Sebab, pemuda yang membaca bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang untuk memahami persoalan dan menemukan jalan perubahan.Dede![]()








