Produktivitas padi di Desa Babirik Hulu, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, mencapai 9 ton per hektare berdasarkan hasil ubinan dalam kegiatan panen padi, Selasa (20/10/2026).
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. H. Syamsir Rahman, M.S., yang hadir dalam kegiatan syukuran panen bersama Bupati dan Wakil Bupati HSU serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Syamsir menyebutkan, hasil panen tersebut menjadi capaian membanggakan, terutama di tengah tantangan musim kemarau yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian.
“Hasil ubinan hari ini mencapai 9 ton per hektare. Biasanya sekitar 6 ton, tetapi sekarang bisa mencapai 9 ton. Luar biasa, di tengah kondisi kemarau seperti ini HSU mampu menunjukkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya petani dalam mengelola lahan tetap mampu menghasilkan produktivitas yang baik meskipun menghadapi kondisi cuaca yang menantang.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan panen di wilayah HSU masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Berdasarkan informasi yang disampaikan saat kegiatan, panen diperkirakan masih berlanjut hingga satu bulan mendatang.
Keberlanjutan panen tersebut menjadi peluang untuk menjaga ketersediaan pasokan beras sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.
Syamsir mengapresiasi kerja keras petani yang terus mempertahankan produksi padi di tengah tantangan musim kemarau. Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak terlepas dari ketekunan petani dalam mengelola lahan serta dukungan berbagai pihak.
Ia berharap capaian produktivitas tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani di daerah lain untuk terus meningkatkan hasil panen dengan menerapkan pengelolaan pertanian yang tepat.
Melalui capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi padi di tengah perubahan kondisi cuaca. As








