Pemerintah Kabupaten Tabalong terus berupaya memperkuat sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian warganya.
Guna mendukung mobilitas dan kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sebanyak 18 unit sepeda motor dinas operasional diserahkan dalam sebuah acara serah terima di Aula Pendopo Bersinar Tabalong, pada Jumat (16/10).
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekitar 60 persen penduduk Tabalong menggantungkan hidup dari sektor pertanian dalam arti luas.
“Kami berasumsi, kalau kesejahteraan petani ini bisa kita tingkatkan, maka insyaallah kemiskinan di Tabalong akan menurun. Kuncinya di situ,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Rifani memaparkan komitmen penuh Pemkab Tabalong dalam mengawal pertanian dari hulu ke hilir.
Di sektor hulu, pemerintah telah menyiapkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), bibit, normalisasi sungai menggunakan ekskavator amfibi, hingga permodalan Kredit Tabalong Semarak (KTS) dengan bunga 0%. Sementara di hilir, pemerintah membeli beras petani melalui Perusahaan Daerah (Perusda) dan program zakat tani ASN.
Mewakili para penerima manfaat, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Tabalong, Khotim, menyampaikan rasa syukur dan mengingatkan agar para penyuluh merawat fasilitas ini dan membarenginya dengan bukti nyata peningkatan hasil panen.
“Peningkatan kinerja bukan omong kosong, harus dibuktikan dengan data dan realita. Peningkatan produksi untuk pertanaman reguler harus di angka 7,0. Selanjutnya untuk program PMAS seluas 500 hektar, target produksinya harus 10,0 agar Tabalong tetap swasembada pangan,” tegas Khotim.
Fasilitas operasional ini terealisasi berkat kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pihak swasta. Bantuan armada roda dua tersebut merupakan kontribusi dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia bersama mitra kerjanya (PT BUMA dan PT PPA).
CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari usulan Bupati Tabalong saat perumusan program CSR untuk menjawab kesulitan mobilitas penyuluh di lapangan.
“Tempat PPL itu bukan di gedung ber-AC, tapi di sawah, ladang, dan kebun karet dengan medan yang berat, apalagi saat turun hujan. Bantuan ini sangat menjawab kebutuhan Bapak, Ibu sekalian,” ujar Yuri.
Pada tahap ini, sebanyak 15 unit motor diserahkan, sementara 3 unit lainnya akan segera menyusul. Bantuan ini menjadi bentuk simbiosis mutualisme, mengingat lebih dari 80 persen masyarakat di Ring 1 area operasional perusahaan berprofesi di sektor pertanian.
Melalui sinergi armada ini, para penyuluh diharapkan dapat bekerja lebih maksimal mengawal program pertanian daerah, yang pada akhirnya mampu mewujudkan kesejahteraan petani secara mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Tabalong. STN![]()








