34.2 C
Banjarbaru
Kamis, Oktober 15, 2026
spot_img

Demi 1,4 Juta Penerima Manfaat, BGN Buka 980 Dapur SPPG di 16 Provinsi

Badan Gizi Nasional (BGN) membuka secara serentak 980 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi pada Rabu (14/10/2026). Pembukaan tersebut ditujukan untuk menjangkau 1,4 juta penerima manfaat, terutama masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Perluasan layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kehadiran dapur SPPG di berbagai daerah diharapkan dapat membantu pemerataan layanan pemenuhan gizi, termasuk di wilayah yang menghadapi kendala geografis dan keterbatasan akses pangan.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto, mengatakan pembukaan ratusan dapur SPPG tersebut merupakan langkah nyata untuk memperluas jangkauan pelayanan gizi kepada masyarakat.

“Pembukaan 980 dapur SPPG secara serentak di 16 provinsi dengan sasaran 1,4 juta penerima manfaat merupakan langkah nyata untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi. Kami ingin memastikan bahwa upaya membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi,” ujar Mariman.

Sebanyak 980 dapur SPPG tersebut tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Bali, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Riau, Jambi, dan Lampung.

Menurut Mariman, pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi memadai diharapkan dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Perluasan layanan SPPG juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelibatan petani, peternak, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemasok pangan lokal dapat memperkuat rantai pasok sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Dengan demikian, program pemenuhan gizi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah. Dukungan pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelaksanaan program.

Mariman menegaskan, BGN akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan setiap dapur SPPG beroperasi sesuai standar yang ditetapkan. Aspek kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan sasaran penerima manfaat, dan keberlanjutan pelayanan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

Pembukaan 980 dapur SPPG dengan sasaran 1,4 juta penerima manfaat diharapkan memperluas pemerataan akses makanan bergizi di Indonesia. Melalui layanan yang menjangkau berbagai wilayah, BGN mendorong pemenuhan gizi sebagai bagian dari investasi bersama untuk membangun generasi yang sehat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. *As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img