Tiga jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 kembali berhasil di identifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan, hingga kini total jenazah yang berhasil diidentifikasi mencapai 72 dari 82 jenazah.
Sementara 10 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi, halĀ tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid saat rilis identifikasi korban yang ke-11.
āHari ini kita akan merilis terkait jenazah yang sudah teridentifikasi. Yang sudah teridentifikasi 72, proses ada 10. Hari ini kita rilis tiga jenazah yang sudah teridentifikasi,ā ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Dikatakan Nur Khamid, pihaknya tetap bersiaga apabila ditemukan jenazah tambahan dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8. Sejauh ini tidak ada kendala krusial terkait pemulangan jenazah yang telah teridentifikasi kepada keluarga.
āPada dasarnya dan prinsipnya kita selalu siaga. Dari 72 yang sudah diidentifikasi, sampai detik ini tidak ada permasalahan yang krusial, jenazah juga sudah dilakukan proses pengiriman dan sampai rumah duka,ā imbuhnya.
Operasi pencarian korban masih berlangsung hingga hari ke-27, Basarnas bersama tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta penyisiran wilayah pesisir Kalimantan Tengah (Kaleng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Hingga kini jumlah korban yang telah dievakuasi masih 190 orang, terdiri dari 108 korban selamat dan 82 korban meninggal dunia. Sementara 53 orang masih dalam pencarian.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Moch Sofwan menyampaikan, tiga korban yang berhasil diidentifikasi yakni Muhammad Anwaril Maāarif (18), asal Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (Sumsel)
Korban kedua adalah Mochamad Supardi (70), asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Sementara korban ketiga yakni Supiani (45), warga Desa Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Ketiganya tercatat dalam data DVI dengan nomor post mortem (PM) masing-masing PM 055, PM 063, dan PM 070. Data tersebut telah dicocokkan dengan data ante mortem (AM) milik keluarga,” katanya.
Tim DVI masih menghadapi kendala akibat kondisi jenazah yang mengalami pembusukan, lanjutnya. Sejumlah karakteristik fisik korban semakin sulit dikenali. Kondisi sidik jari dan wajah, misalnya, tidak lagi mudah digunakan untuk membantu proses identifikasi.
āMemang sampai hari ini yang mempersulit kita karena proses pembusukan, kondisi jenazah sangat sulit diidentifikasi, karena tadi kondisi sidik jari, wajah, sudah sulit dikenali,ā paparnya.
Informasi dari keluarga menjadi salah satu bagian penting untuk membantu tim menemukan kecocokan identitas. Contohnya informasi mengenai riwayat medis korban, seperti keberadaan pen yang pernah dipasang pada bagian tubuh tertentu, dapat membantu proses identifikasi.
āAda beberapa ciri medis yang menolong kita, seperti laporan keluarga, misalnya adanya pen di tangan. Itu membantu,ā katanya.
Selain pemeriksaan ciri medis, tim DVI juga mengandalkan pemeriksaan DNA. Sofwan menyebut pengambilan sampel DNA telah dilakukan terhadap seluruh jenazah sejak awal proses identifikasi.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar pencocokan identitas, terutama ketika karakteristik fisik korban sulit dikenali.
Terkait proses persiapan pengangkatan atau salvage KM Virgo Transport 8 masih berlangsung, hingga kini pihak pemilik kapal masih menunggu kedatangan peralatan dan tim yang akan menjalankan operasi tersebut.
Manajer Cabang PT Virgo Karya Shipping (VKS) Banjarmasin, Dwi, mengatakan peralatan yang dibutuhkan untuk proses salvage dijadwalkan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Sabtu sore.
āUntuk hari ini perkembangan terkait salvage tetap sesuai rencana awal monitoring dan dokumentasi, menunggu peralatan yang dikirim. Jadi Sabtu sore peralatan sudah sampai di Pelabuhan Trisakti,ā paparnya.
Meski kedatangan peralatan telah dijadwalkan, pihak perusahaan belum dapat memastikan kapan proses pengangkatan kapal akan dimulai maupun diselesaikan.
Menurut Dwi, tahapan persiapan masih berjalan dan pihaknya masih menunggu kedatangan tim yang akan menangani operasi tersebut.
āUntuk estimasi waktu kita masih berproses. Kita belum bisa mengestimasikan kapan selesai. Untuk selanjutnya masih dalam proses. Kita masih menunggu tim,ā tutupnya. STN![]()








