30.4 C
Banjarbaru
Kamis, Oktober 8, 2026
spot_img

Disdik Banjarmasin Takziah ke Keluarga Guru yang Meninggal. Pastikan Fasilitasi Pengurusan Hak Almarhumah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga seorang guru yang meninggal dunia setelah mengalami asma di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bahkan jajaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin telah mendatangi kediaman keluarga almarhumah di kawasan Sungai Andai, Jalan Padat Karya, Kompleks Herlina, Gang Zamrud, RT 55, Banjarmasin Utara, sehari setelah guru tersebut meninggal dunia.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menyampaikan takziah sekaligus menyerahkan tali asih dari Dinas Pendidikan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Ulun sudah berkunjung ke rumah keluarga almarhumah guru. Ulun menyampaikan takziah dan amanah perhatian dari Bapak serta Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, keluarga menerima dengan baik,” ujar Ryan, Kamis (8/10/2026) siang.

Ia berharap keluarga almarhumah diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut. Sementara bagi almarhumah, Ryan mendoakan agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Selain menyampaikan belasungkawa, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius bagi Disdik Banjarmasin, terutama terkait perlindungan warga satuan pendidikan di tengah kondisi karhutla dan paparan kabut asap.

Ryan mengatakan, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk memperkuat langkah mitigasi di lingkungan sekolah. Perhatian khusus akan diberikan kepada guru dan siswa yang memiliki riwayat atau rentan mengalami gangguan pernapasan.

“Ini juga menjadi perhatian dan evaluasi kita. Dalam masa karhutla seperti sekarang, sekolah harus memitigasi warga satuan pendidikan yang rentan terhadap penyakit pernapasan. Sehingga kalau kondisinya tidak memungkinkan, mereka tetap berada di rumah,” jelasnya.

Menurut Ryan, perlindungan terhadap warga satuan pendidikan harus menjadi prioritas ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Sekolah diharapkan mampu mengambil langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan, terutama bagi siswa maupun tenaga pendidik yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau kondisi kesehatan yang rentan terhadap paparan asap.

Ryan menambahkan, tak hanya memberikan dukungan secara moril, Disdik Banjarmasin juga menyatakan kesiapan membantu keluarga almarhumah apabila menghadapi kendala dalam pengurusan administrasi maupun hak-hak yang bersangkutan. Salah satunya terkait kemungkinan pengajuan klaim melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau ada kesulitan dalam pengurusan dan administrasinya, nanti akan kita fasilitasi,” tutur Ryan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian Dinas Pendidikan kepada keluarga almarhumah. Di sisi lain, kejadian ini menjadi momentum bagi Disdik Banjarmasin untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi dampak karhutla.

Ryan berharap langkah mitigasi yang diterapkan satuan pendidikan ke depan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh warga sekolah, khususnya mereka yang memiliki kondisi kesehatan rentan terhadap paparan kabut asap. PW

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img