28 C
Banjarbaru
Sabtu, Oktober 3, 2026
spot_img

Udara Banjarmasin Kembali Berbahaya, Penderita Asma Rentan Sesak dan Kambuh

Kualitas udara di Kota Banjarmasin kembali memburuk. Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari stasiun Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di kawasan Kayu Tangi mencatat PM10 mencapai 1.241 pada pukul 17.00 Wita. Kondisi tersebut menempatkan kualitas udara dalam kategori berbahaya.

Paparan udara dengan tingkat pencemaran tinggi dapat mengganggu saluran pernapasan. Gejala yang dapat muncul antara lain batuk, tenggorokan terasa perih atau gatal, sesak napas, napas berbunyi, iritasi hidung, serta mata terasa perih dan berair.

Risiko tersebut menjadi lebih besar bagi masyarakat yang memiliki gangguan atau penyakit kronis pada saluran pernapasan, seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Yanuardiansyah, mengatakan paparan udara tercemar dapat memicu kekambuhan pada penderita asma, bahkan ketika kondisinya sebelumnya terkontrol.

“Pada pasien asma yang sudah terkontrol sekalipun, bila terpapar udara yang tercemar, maka dapat membuat asmanya kambuh karena terjadi iritasi hingga peradangan pada saluran pernapasan oleh polutan pada udara,” ujar Yanuardiansyah, Sabtu (3/10/2026) sore.

Karena itu, masyarakat diminta mengurangi paparan udara luar selama kualitas udara masih buruk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, sementara penderita asma diminta selalu membawa obat yang diperlukan.

“Yang pastinya memakai masker, selalu membawa obat asmanya, mengurangi aktivitas berat bila memungkinkan,” katanya.

Dengan ISPU yang kembali melonjak dan kabut asap yang semakin pekat, masyarakat perlu mewaspadai munculnya batuk, sesak, atau gangguan pernapasan. Jika keluhan semakin berat, terutama pada penderita penyakit pernapasan, segera mencari pertolongan medis. PW

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img