36 C
Banjarbaru
Selasa, September 29, 2026
spot_img

Pendidikan Kalsel 2045 Harus Berorientasi pada Kualitas SDM dan Kesiapan Masa Depan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong transformasi pendidikan sebagai bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, produktif dan mampu menghadapi perubahan hingga 2045.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra, S.T., M.T., dalam kegiatan Government Talk yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pemerintahan (HIMAPEM) FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Senin (28/9/2026).

Dalam paparannya bertajuk “Pendidikan Kalsel 2045: Menata Hari Ini, Menyiapkan SDM Masa Depan”, Galuh Tantri menjelaskan bahwa perubahan demografi, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), transformasi ekonomi, kebutuhan dunia kerja, serta isu lingkungan menuntut sistem pendidikan terus beradaptasi.

Menurutnya, capaian pendidikan Kalsel saat ini menjadi modal penting untuk melakukan transformasi. Berdasarkan materi yang dipaparkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel 2025 mencapai 76,10 atau meningkat 0,91 poin dibandingkan 2024. Namun, capaian tersebut tetap perlu dibaca bersama indikator kualitas pembelajaran, pemerataan layanan pendidikan, relevansi lulusan dan kesiapan menghadapi masa depan.

Galuh Tantri mengatakan, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta didik yang bersekolah atau besarnya input yang diberikan pemerintah. Pendidikan perlu dilihat dari proses pembelajaran, kualitas lulusan, perubahan kualitas SDM, produktivitas hingga dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan pendidikan tidak berhenti pada terlaksananya program, tetapi pada perubahan kualitas manusia yang dihasilkan,” demikian pesan kebijakan yang tercantum dalam paparannya.

Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan pendidikan yang perlu menjadi perhatian. Karena itu, kebijakan pendidikan harus melihat bukan hanya nilai rata-rata provinsi, tetapi juga distribusi antardaerah, kelompok yang tertinggal, akar persoalan serta intervensi yang tepat sasaran. Dalam materi tersebut juga dicontohkan data APS usia 7–18 tahun Kalsel 2025 sebesar 48,48 persen untuk indikator pendidikan kesetaraan.

Transformasi pendidikan, lanjutnya, juga harus berjalan seiring dengan kebutuhan ekonomi daerah. Pendidikan perlu terhubung dengan sektor unggulan Kalsel, antara lain pertanian dan agroindustri, industri dan hilirisasi, pariwisata dan ekonomi kreatif, logistik, ekonomi digital serta ekonomi hijau. Dengan keterhubungan tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perubahan ekonomi.

Untuk mewujudkan pendidikan Kalsel 2045, Galuh Tantri memaparkan enam pilar transformasi, yakni pendidikan inklusif dan merata, pembelajaran berkualitas, guru dan kepemimpinan pendidikan, pendidikan relevan dengan ekonomi, transformasi digital dan AI, serta governance dan sustainability. Keenam pilar tersebut dipandang sebagai satu ekosistem dan bukan program yang berdiri sendiri.

Adapun SDM Kalsel 2045 yang ingin dibangun digambarkan sebagai manusia yang berkarakter, memiliki kemampuan literasi dan numerasi, kritis dan kreatif, menguasai teknologi dan literasi digital, adaptif, produktif, memiliki jiwa kewirausahaan, berbudaya Banua serta memiliki daya saing global.

Roadmap pendidikan Kalsel 2026–2045 dalam paparan tersebut dibagi dalam empat tahapan, yakni 2026–2029 sebagai fase Foundation, 2030–2034 Acceleration, 2035–2039 Transformation, dan 2040–2045 Excellence. Tahapan ini diarahkan untuk membangun fondasi, mempercepat perubahan, mengubah sistem dan pada akhirnya mewujudkan SDM Kalsel yang unggul.

Galuh Tantri menegaskan, agenda pendidikan ke depan perlu bergerak dari kumpulan program menjadi portofolio kebijakan yang saling terhubung. Tujuh agenda strategis yang dipaparkan mencakup one education data, quality learning, teacher transformation, education-economic linkage, digital & AI education, education equity, serta kebijakan pendidikan jangka panjang lintas periode pemerintahan.

Ia berharap generasi muda, termasuk mahasiswa, dapat ikut mengambil bagian dalam proses transformasi pendidikan di Kalimantan Selatan. Sebab, pendidikan yang disiapkan hari ini akan menentukan kualitas manusia yang dibutuhkan Kalsel untuk menghadapi tantangan pembangunan hingga 2045.

“Masa depan pendidikan Kalsel tidak ditentukan oleh seberapa banyak program yang kita lakukan hari ini, tetapi oleh seberapa tepat kita menyiapkan manusia yang dibutuhkan Kalsel di masa depan,” menjadi pesan penutup dalam paparan tersebut. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img