Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang masih melanda Kota Banjarmasin akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Pengurus PGRI Kecamatan Banjarmasin Selatan membagikan 1.000 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Pembagian masker dilakukan di kawasan Jalan K.S. Tubun dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian PGRI Banjarmasin Selatan terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Ketua PGRI Kecamatan Banjarmasin Selatan, Edi Winarto, M.Pd., mengatakan, pembagian masker merupakan inisiatif para pengurus PGRI sebagai bentuk partisipasi dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap.
Menurut Edi, penggunaan masker juga penting untuk membantu mengurangi paparan dampak kabut asap, terutama bagi masyarakat yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Ini merupakan inisiatif teman-teman kepengurusan PGRI Banjarmasin Selatan. Di tengah kabut asap saat ini, pemakaian masker juga dianjurkan untuk menghindari paparan dampak dari kabut asap,” ujar Edi, Jumat (25/9/2026) pagi.
Edi berharap, masker yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang tetap harus beraktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi.
“Kami berharap masker yang kami bagikan ini bisa bermanfaat bagi orang banyak, khususnya bagi masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas di luar rumah meski dalam kondisi kabut asap,” katanya.
PGRI Kecamatan Banjarmasin Selatan merupakan organisasi yang menghimpun para kepala sekolah dan tenaga pendidik di satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, PGRI Banjarmasin Selatan turut mengajak masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih melanda. PW![]()








