24 C
Banjarbaru
Selasa, September 22, 2026
spot_img

Tiga Cerita Rakyat Tanah Bumbu Diangkat ke Layar Animasi

Tiga cerita rakyat yang selama ini hidup dalam ingatan masyarakat Tanah Bumbu kini mendapat wajah baru. Kisah Gua Liang Bangkai, Sumur Air Tawar di Kubah Pagatan, dan Legenda Pulau Sewangi diangkat ke layar dalam bentuk film animasi.

Ketiga film tersebut akan dirilis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu bersama Lembaga Literasi Berinklusi Sosial Komunitas Pegiat Gambar (Kopiambar) Bacarita, Selasa (22/9).

Peluncuran dirangkai dengan kegiatan Safari Literasi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Tanah Bumbu dan nonton bareng di Studio Mini lantai II Kantor Layanan Umum Dispersip, Jalan Dharma Praja.

Penggarapan film animasi ini menjadi bagian dari upaya membawa cerita rakyat lokal ke medium yang lebih dekat dengan generasi muda. Cerita yang sebelumnya diwariskan melalui tuturan dan buku, kini divisualisasikan dalam bentuk film dengan sentuhan animasi.

Sumber cerita ketiga film tersebut berasal dari buku Cerita Rakyat Bumi Bersujud yang disusun Tim Folklore pada 2025.

Dalam proses produksinya, Kopiambar melibatkan Bias Studio Banjarbaru serta penulis skrip Bastari Bayu, salah satu tokoh perfilman di Kalimantan Selatan.

Kepala Dispersip Kabupaten Tanah Bumbu, Yulia Rahmadhani, mengatakan penggarapan film animasi tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan sastra lisan dan cerita rakyat daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang bagi cerita rakyat untuk dikemas dengan cara yang lebih menarik tanpa meninggalkan nilai historis yang terkandung di dalamnya.

“Film ini akan selalu kami tayangkan. Sehingga masyarakat Tanah Bumbu, terutama generasi muda, akan lebih mudah memahaminya dan menangkap nilai historisnya,” ujarnya.

Sementara itu, Art Producer film, Muzakkir Munzir, mengatakan produksi tiga film tersebut dikerjakan secara serius dengan melibatkan tenaga profesional di bidang perfilman.

Produksi berlangsung hampir enam bulan. Teknologi kecerdasan buatan digunakan sebagai salah satu perangkat pendukung dalam proses produksi, tetapi pengembangan visual dan alur cerita tetap melalui proses kreatif yang terarah.

“Hampir enam bulan garapannya. Meskipun kita menggunakan piranti kecerdasan buatan, namun digarap secara serius. Visualisasi dan alur ceritanya sangat menarik,” katanya.

Menurut Muzakkir, penggunaan medium animasi diharapkan dapat membuat cerita rakyat lebih mudah diterima generasi muda. Terlebih, karakter visual dan alur cerita memungkinkan kisah-kisah lama disampaikan dengan pendekatan yang lebih komunikatif.

Antusiasme terhadap peluncuran film juga terlihat dari tingginya minat peserta. Puluhan pengurus TBM dan pegiat literasi telah memenuhi kuota nonton bareng yang disediakan panitia.

Bahkan, pendaftaran terpaksa ditutup setelah jumlah peserta memenuhi kapasitas yang tersedia.

Kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada pemutaran film. Forum TBM Tanah Bumbu juga menggelar Safari Literasi yang dirangkai dengan diskusi bertema “Potensi Sumber Daya Lokal untuk Membangun Literasi.”

Diskusi menjadi ruang untuk membahas berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi bahan literasi, termasuk cerita rakyat, sejarah, budaya, dan kekayaan daerah.

Bagi penyelenggara, film animasi menjadi salah satu cara agar cerita rakyat tidak berhenti sebagai kisah masa lalu. Melalui medium digital, cerita tersebut dapat kembali diperkenalkan kepada generasi yang tumbuh bersama teknologi.

Muzakkir mengatakan kesempatan nonton bareng akan kembali dibuka pada kesempatan berikutnya. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses film tersebut melalui platform digital.

“Di lain kesempatan akan kami buka lagi kesempatan nonton bareng. Film ini juga nantinya bisa diakses masyarakat melalui platform digital,” ujarnya.

Tiga film animasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas cara masyarakat mengenal cerita rakyat Tanah Bumbu—dari cerita yang dituturkan, menjadi kisah yang dapat disaksikan dan dinikmati lintas generasi. Bzak

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img