33 C
Banjarbaru
Senin, September 21, 2026
spot_img

Gereja Salurkan Bantuan untuk Petugas Karhutla Kalsel

Kepedulian terhadap para petugas yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus berdatangan dari berbagai pihak. Salah satunya dari komunitas gereja yang menyalurkan bantuan bagi petugas di sejumlah posko penanggulangan karhutla.

Hal tersebut disampaikan Pendeta Samrut Peloa, Ketua I BP Mupel Kalselteng, saat mengunjungi Posko Induk Penanggulangan Karhutla Kalsel di Guntung Damar, Banjarbaru, Senin (21/9/2026).

Samrut mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah pengurus Crisis Center Mupel Kalselteng merupakan bagian dari upaya untuk meneruskan bantuan yang dihimpun dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan komunitas dari luar daerah.

“Ketika kami membentuk wadah ini, ada teman-teman yang mendukung dari berbagai kota. Bantuan yang mereka berikan kami salurkan dan teruskan ke beberapa posko yang kami jumpai,” ujar Samrut.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya berasal dari Kalsel, tetapi juga dari Jakarta, Jawa, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat. Para relawan tersebut berkoordinasi melalui jaringan bersama untuk bertukar informasi mengenai perkembangan karhutla di wilayah Kalimantan.

Samrut menjelaskan, bantuan yang disalurkan terutama ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan para petugas dan relawan yang bekerja di lapangan. Menurutnya, kondisi fisik para petugas perlu mendapat perhatian karena mereka harus bekerja dalam situasi yang cukup berat dan dalam waktu yang panjang.

“Teman-teman yang bertugas di lapangan perlu dijaga supaya tidak drop. Karena ada beberapa teman-teman di Kalteng yang bisa mengalami kelelahan ketika berada di lapangan untuk memadamkan api,” katanya.

Selain menyerahkan bantuan ke posko, rombongan juga meninjau sejumlah titik penanganan karhutla, termasuk posko yang berada di sekitar kawasan Bandara Syamsudin Noor. Mereka melihat langsung aktivitas petugas sekaligus kondisi di lapangan dalam upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya kebakaran.

Sementara itu, Ketua Crisis Center Mupel Kalselteng, Osli Rosalia Sirait, mengatakan pihaknya berharap seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla dapat terus menjaga kondisi fisik selama menjalankan tugas.

“Kami berharap dengan usaha bersama, terutama bapak-bapak sebagai petugas yang diturunkan ke lapangan, bisa terus bekerja keras bersama tim untuk mengatasi kondisi ini dan memenuhi kebutuhan mereka yang ada di lapangan,” ujar Osli.

Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga dampak asap yang dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kalau api kemungkinan besar tidak akan bisa kita padamkan sekaligus, tetapi paling tidak kita sudah berusaha untuk mengatasi agar tidak semakin meluas, terutama asap yang bisa menimbulkan penyakit,” katanya.

Osli menyebut masyarakat di Kalimantan Selatan saat ini turut merasakan dampak asap akibat karhutla. Karena itu, ia berharap koordinasi antarpetugas di lapangan terus diperkuat sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan personel.

“Kami dari gereja ikut prihatin. Harapan kita bersama, situasi ini dan kemarau ini cepat selesai. Semoga Tuhan segera menurunkan hujan,” ujarnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi para petugas dan relawan yang masih bekerja menangani karhutla. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu kebutuhan personel sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img