Penguatan peran tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, saat memberikan Sosialisasi 6 SPM Posyandu kepada kader Posyandu di Kabupaten Tabalong, di Balai Rakyat H. Dandung Suchrowardi, Kompleks Pendopo Bersinar pada Sabtu 12 September 2026 lalu.
Hj. Fathul Jannah mengatakan, penerapan Posyandu 6 SPM menjadi inovasi untuk memperluas cakupan pelayanan dasar yang diterima masyarakat. Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi terhubung dengan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
“Dengan Posyandu 6 SPM ini, pelayanan Posyandu tidak hanya terbatas untuk bidang kesehatan, tapi juga pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” ujarnya.
Menurutnya, perluasan fungsi tersebut membutuhkan pemahaman yang sama antara pemerintah, kader Posyandu dan masyarakat. Sosialisasi serta diskusi dinilai penting agar penerapan enam SPM tidak berhenti pada tataran program, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
“Karena itu, sosialisasi dan diskusi perlu terus dilakukan agar penerapan 6 SPM dapat berjalan baik dan tidak hanya dipahami oleh pelaksana Posyandu, tetapi juga masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, penguatan layanan juga ditandai dengan penyaluran sejumlah bantuan yang berkaitan dengan enam bidang pelayanan dasar. Pada sektor pendidikan, diserahkan 50 eksemplar buku untuk Posyandu sekaligus dilakukan pembinaan perpustakaan desa oleh Dinas Perpustakaan.
Sementara sektor kesehatan mendapat dukungan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Untuk layanan sosial diserahkan bantuan kebutuhan pangan, serta paket bahan ajar bagi anak usia dini.
Pada sektor perumahan, Disperkim Kalsel memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus sosialisasi hunian layak dan aplikasi Si-Imah. Dukungan juga diberikan melalui bantuan tanaman obat dan sayuran untuk Posyandu dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. SM-Pemprovkalsel![]()








