26.4 C
Banjarbaru
Rabu, Oktober 14, 2026
spot_img

Gubernur Kalsel H. Muhidin Raih The Sraya Recognition, Bukti Komitmen Pembangunan yang Memberdayakan Perempuan dan Merangkul Semua

Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan pembangunan yang inklusif mendapat apresiasi di tingkat nasional. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima penghargaan The Sraya Recognition for Women Empowerment & Inclusive Growth dalam rangkaian Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) Sraya Nusantara 2026, yang diselenggarakan oleh media nasional diadona.id di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Apresiasi ini diberikan kepada kepala daerah laki-laki yang dinilai memiliki kebijakan dengan dampak bagi perempuan dan masyarakat rentan. Dalam konteks Kalimantan Selatan, penghargaan tersebut merefleksikan arah kebijakan Gubernur yang menempatkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan UMKM, serta perluasan akses pendidikan dan layanan dasar sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif.

“Banyak program prioritas dari Gubernur H. Muhidin yang fokus pada perempuan, khusunya di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Penghargaan ini adalah bukti komitmen kami untuk pembangunan yang memberdayakan perempuan sesuai semangat Bekerja Bersama Merangkul Semua,” terang Muhidin yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, sesaat setelah menerima penghargaan dari CEO Dream & Diadona, Diana Airin.

Janji Pembangunan Tidak Hanya Mengejar Pertumbuhan

Bagi Pemprov Kalsel, pembangunan inklusif berarti memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, sejumlah agenda pembangunan yang didorong melalui 10 Janji Gubernur memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan perempuan dan keluarga.

Penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kreatif, misalnya, menjadi ruang bagi berkembangnya UMKM yang banyak digerakkan perempuan. Sementara peningkatan akses pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial diarahkan untuk memperkuat kualitas hidup ibu dan anak. Pendekatan yang sama terlihat dalam dorongan terhadap Program Paket A, B dan C, yang membuka kesempatan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat, termasuk perempuan di wilayah pelosok. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Pulau Laut diproyeksikan memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses terhadap pasar dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat serta pelaku UMKM di wilayah kepulauan.

Dengan demikian, pembangunan tidak semata diukur dari berapa banyak infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari berapa banyak pintu kesempatan yang berhasil dibuka bagi masyarakat.

Perlindungan Perempuan dan Anak Menjadi Kebijakan Sinergis

Komitmen terhadap pembangunan inklusif juga terlihat dari penguatan perlindungan perempuan dan anak. Pada 27 Juli 2026, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel, Kementerian Agama, instansi terkait dan 21 perguruan tinggi menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk forum bersama pencegahan dan penanganan kekerasan serta kejahatan siber terhadap perempuan dan anak di perguruan tinggi, satuan pendidikan dan pondok pesantren.

Langkah tersebut penting karena tantangan perlindungan perempuan dan anak kini tidak hanya berada di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Sm-Pemprovkalsel

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img