34 C
Banjarbaru
Sabtu, September 12, 2026
spot_img

Mobil Hias Kafilah Kalsel Tampilkan Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Budaya Banua

Semarang (LPTQ Kalsel) – Mobil hias Kafilah Kalimantan Selatan tampil memukau dalam Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Mengusung konsep “Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Budaya Banua”, mobil hias Kafilah Kalsel memadukan nilai-nilai keislaman dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal Kalimantan Selatan. Konsep tersebut sekaligus menjadi visualisasi tema MTQ Nasional XXXI, “Menggali Al-Qur’an, Mewujudkan Generasi Qur’ani”, serta moto Kalsel “Banua Berakhlak, Kalsel Berkah.”

Dalam pawai yang diikuti kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut, mobil hias Kalsel menampilkan sejumlah ikon yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Banua. Pada bagian utama ditampilkan Al-Qur’an sebagai sumber cahaya dan petunjuk kehidupan, yang menggambarkan semangat melahirkan generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Nuansa budaya Banua semakin kuat dengan hadirnya ornamen jukung dan Pasar Terapung. Jukung menggambarkan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan yang tumbuh dan berkembang di sepanjang sungai, sekaligus menjadi simbol ketangguhan dan kearifan masyarakat Banua.

Sementara Pasar Terapung merepresentasikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang menjunjung keramahan, kebersamaan, kejujuran, dan amanah. Kehadirannya menjadi pesan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus senantiasa hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Mobil hias tersebut juga memperlihatkan Kain Sasirangan sebagai simbol identitas dan kekayaan budaya Kalimantan Selatan. Motif dan warna Sasirangan menggambarkan keberagaman yang berpadu dalam harmoni, sekaligus menjadi pesan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya daerah.

Ikon Masjid Raya Sabilal Muhtadin turut menjadi bagian penting dalam desain mobil hias. Masjid kebanggaan masyarakat Banua tersebut merepresentasikan pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, dan pengembangan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kemudian, sepasang pengantin dengan pakaian adat Banjar menggambarkan keberlanjutan generasi serta pentingnya keluarga sebagai tempat pertama menanamkan nilai agama dan akhlak.

Seluruh ornamen tersebut dirangkai menjadi satu cerita tentang kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Al-Qur’an menjadi sumber cahaya dan petunjuk, masjid menjadi pusat pembinaan umat, keluarga menjadi tempat lahirnya generasi, budaya menjadi jati diri, sementara sungai dan Pasar Terapung menjadi gambaran kehidupan masyarakat Banua.

Melalui penampilan mobil hias tersebut, Kafilah Kalimantan Selatan tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Banua kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang beriman, berilmu, berbudaya, dan berakhlak.

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI menjadi momentum bagi Kafilah Kalsel untuk menunjukkan identitas daerah sekaligus memperkuat semangat persaudaraan antarkafilah. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita MTQ Nasional untuk menjadikan Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga dipahami, diamalkan, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Fahrurrazi, S.Pd, MM menyampaikan bahwa keikutsertaan Kafilah Kalsel dalam Pawai Ta’aruf menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Banua sekaligus menyampaikan pesan keislaman kepada masyarakat luas.

“Melalui mobil hias ini, kita ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat berjalan harmonis dengan budaya dan kearifan lokal Banua. Al-Qur’an menjadi cahaya yang menuntun kehidupan, sementara budaya menjadi identitas yang terus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh unsur yang ditampilkan dalam mobil hias memiliki makna yang saling berkaitan, mulai dari Al-Qur’an, masjid, keluarga, jukung, Pasar Terapung, hingga Kain Sasirangan.

“Ini bukan sekadar tampilan visual, tetapi juga membawa pesan tentang kehidupan masyarakat Kalsel yang beriman, berbudaya, menjunjung kebersamaan, serta berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani,” katanya.

Fahrurrazi berharap kehadiran Kafilah Kalsel dalam Pawai Ta’aruf dapat memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan antarkafilah, sekaligus menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Pawai Ta’aruf dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan. Dari sungai yang menjadi urat nadi Banua, budaya yang menjadi jati diri, masjid yang menjadi pusat cahaya, dan keluarga yang melahirkan generasi, Kafilah Kalimantan Selatan membawa satu pesan dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI:

“Menggali Al-Qur’an, Mewujudkan Generasi Qur’ani. Banua Berakhlak, Kalsel Berkah.” *SM

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img