Bunda PAUD Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani menggelar kunjungan dalam rangka membersamai program PAUD Holistik Integratif (HI) Ceria berlangsung di PAUD/TK Negeri Pembina Banjarmasin Tengah sebagai salah satu satuan pendidikan percontohan, Senin (31/08/2026).
Dalam implementasi konsep Holistik Integratif sendiri, Anak-anak usia dini didorong untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan esensial secara menyeluruh dan terpadu. Pendekatannya pun tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas maupun pembentukan karakter, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, perlindungan dan pemantauan gizi, pola pengasuhan hingga kesejahteraan peserta didik.
Neli Listriani menyampaikan bahwa program PAUD HI Ceria dirancang untuk memastikan tumbuh kembang anak terjadi secara optimal pada usia emas (0-6 tahun) melalui keterlibatan lintas sektor.
Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin melihat dan mendampingi secara langsung interaksi pembelajaran, bermain ceria hingga pelaksanaan layanan kesehatan dasar yang diterapkan di TK/PAUD Negeri Pembina Banjarmasin Tengah.
Tak hanya menyasar anak-anak, agenda ini juga dirangkai dengan program parenting bagi orang tua mengenai pentingnya Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Ia menyampaikan rasa bahagianya menyaksikan antusiasme anak-anak selama kegiatan berlangsung.
“Melihat antusiasme anak-anak, kami pun merasa kembali muda dan mengenang masa lalu karena melihat mereka bersemangat dalam belajar memilah sampah, mencuci tangan yang baik dan benar, menggosok gigi, mengenal bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh dipegang. Hari ini kami mendampingi mereka dalam setiap pembiasaan positif, termasuk menikmati program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat,” ujar Neli Listriani.
Dirinya juga menekankan pentingnya setiap detik kehadiran orang tua bagi tumbuh kembang anak.
“Tidak perlu orang tua yang dituntut sempurna, namun hadir dengan penuh kehangatan membersamai anak, memeluk dan menyayangi mereka, itu sudah lebih dari cukup,” pesannya kepada para ibu yang berhadir.
Kunjungan ini juga menjadi sarana evaluasi dalam memperluas jangkauan program PAUD Holistik Integratif ke satuan pendidikan lainnya di seluruh wilayah Banjarmasin.
Lebih lanjut, pihaknya bersama Dinas Pendidikan, kata Neli akan terus mematangkan langkah strategis guna merangkul orang tua yang belum mendaftarkan anaknya ke satuan PAUD.
“Gerakan sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Kota Banjarmasin sudah terserap sekitar 50 persen. Kami akan terus menggalakkan ini kepada para orang tua. Salah satu strategi terdekat adalah mencetuskan Perwali untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak yang ingin masuk satuan PAUD,” tutur Neli.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini semakin menguat pada tahun ini melalui perluasan bantuan pendidikan dari pusat.
“Di tahun 2026, pemerintah pusat juga memberikan PIP (Program Indonesia Pintar) untuk satuan PAUD. Kalau dulu hanya di tingkat SD dan SMP, alhamdulillah sekarang sudah sampai ke tingkat PAUD. Ini bagian dari komitmen kita untuk dapat menyalurkan PIP maupun beasiswa ini bagi anak-anak PAUD di Banjarmasin,” pungkasnya. STN![]()








