25 C
Banjarbaru
Kamis, Agustus 27, 2026
spot_img

Muhammad Taher Dorong Remaja Tala Kenal Peran Ayah Lewat Gerakan RATI

Muhammad Taher, 19 tahun, Duta Genre Putra Tanah Laut 2025, membawa gagasan RATI (Remaja Hari Ini Kenal GATI) dalam ajang Apresiasi Duta Genre Provinsi Kalimantan Selatan 2026.

Dalam ajang tersebut, Taher hadir sebagai perwakilan Kabupaten Tanah Laut dengan mengusung isu penting tentang kesiapan remaja menghadapi kehidupan berkeluarga, termasuk upaya mencegah fenomena fatherless atau minimnya peran dan kehadiran ayah dalam kehidupan anak.

“Kita sering mempersiapkan remaja untuk punya cita-cita, tapi apakah kita juga sudah mempersiapkan mereka untuk menjadi orang tua?” kata Muhammad Taher kepada inikalsel.id, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, seorang anak tidak hanya membutuhkan ayah yang hadir secara fisik, tetapi juga sosok yang hadir secara emosional, mau mendengarkan, peduli dan mampu menjadi teladan.

Taher menilai, upaya mencegah fatherless tidak cukup dilakukan ketika seseorang sudah menjadi ayah. Persiapan tersebut perlu dimulai sejak remaja karena mereka merupakan calon ayah dan ibu di masa depan.

Melalui RATI, Taher mengenalkan nilai-nilai GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) kepada remaja melalui empat misi utama.

Pertama, SOTI (Sosialisasi Tentang GATI). Program ini bertujuan membawa edukasi tentang peran ayah lebih dekat dengan remaja melalui lingkungan sekolah, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

Materinya tidak hanya membahas peran ayah, tetapi juga pendewasaan usia perkawinan, kesehatan reproduksi dan Triad KRR.

“Remaja perlu memahami bahwa membangun keluarga bukan sesuatu yang baru dipikirkan ketika sudah dewasa, tetapi perlu dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.

Kedua, GENTLEMAN (Gerakan Remaja Laki-Laki Siap Masa Depan) yang difokuskan kepada remaja laki-laki, khususnya di lingkungan pesantren di Kabupaten Tanah Laut.

Melalui program ini, Taher ingin menanamkan pemahaman bahwa menjadi laki-laki bukan sekadar tentang kekuatan atau menjadi kepala keluarga.

Namun, juga harus mampu bertanggung jawab, berkomunikasi, menjadi pendengar, hadir untuk keluarga serta menjadi teladan bagi anak-anaknya kelak.

Ketiga, BBG (Bicara Bang Gendre). Program ini memanfaatkan media digital yang dekat dengan kehidupan remaja.

Melalui siaran langsung di Instagram bersama orang-orang inspiratif dan berprestasi, Taher ingin menghadirkan ruang bagi remaja untuk berdiskusi, bertanya, mendapatkan inspirasi dan melihat berbagai kegiatan positif untuk mempersiapkan masa depan.

Keempat, BERSAMAAN (Bersama PIK-R Membangun Masa Depan). Program ini mendorong kolaborasi antara PIK-R dan remaja untuk mengenalkan nilai-nilai GATI sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya peran keluarga.

Taher menegaskan, RATI bukan sekadar gerakan untuk mendorong remaja sukses mengejar cita-cita, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu membangun keluarga yang berkualitas.

“Menjadi ayah yang hebat tidak dimulai ketika seorang anak lahir. Menjadi ayah yang hebat dimulai dari seorang remaja yang hari ini mau belajar tentang tanggung jawab,” tegasnya.

Ia berharap gagasan RATI dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran generasi muda bahwa kesiapan berkeluarga harus dipersiapkan sejak dini.

“Remaja Hari Ini Kenal GATI, agar kelak lahir generasi ayah yang hadir, peduli, bertanggung jawab dan menjadi teladan bagi keluarganya,” pungkas Taher. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img