23.4 C
Banjarbaru
Sabtu, Juli 11, 2026
spot_img

Tiga Dekade Mengabdi, H. Hidayaturrahman Tutup Masa Bakti dengan Penghargaan dari Menteri Haji dan Umrah

Wajah haru dan penuh syukur terpancar dari H. Hidayaturrahman saat namanya dipanggil sebagai salah satu dari delapan penerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf.

Penghargaan tersebut diberikan pada kegiatan Evaluasi dan Penguatan Layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji bersama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan dan Embarkasi Banjarmasin Tahun 1447 H/2026 M di salah satu hotel di Banjarbaru, Jumat (10/7/2026) pagi.

Bagi Kasi Pembina Haji Kementerian Haji dan Umrah Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan itu, penghargaan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Selain menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji, penghargaan itu juga menjadi kado istimewa menjelang akhir masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara.

Hidayaturrahman, yang akrab disapa Dayat ini menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah hasil kerja seorang diri. Menurutnya, keberhasilan pelayanan haji tahun ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim yang selama ini saling mendukung.

“Saya cuma mewakili teman-teman. Menurut saya tim kami luar biasa pada tahun ini. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim yang telah bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji,” ujarnya.

Pria yang telah mengabdi selama 30 tahun itu mengungkapkan, sebagian besar perjalanan kariernya didedikasikan untuk pelayanan haji. Sejak 2004, ia aktif bertugas di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dan terus dipercaya mengemban berbagai amanah dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Tahun ini menjadi kado buat saya pribadi karena merupakan pengabdian terakhir saya di Kementerian Haji. Sebelumnya kami mengabdi di Kementerian Agama selama 30 tahun. Sejak tahun 2004 kami beraktivitas di Asrama Haji dan Alhamdulillah selalu diberi amanah memberikan pelayanan kepada tamu Allah,” katanya.

Perjalanan panjang tersebut juga membawanya memperoleh pengalaman yang tidak semua orang miliki. Berawal dari bidang kehumasan, Dayat kemudian dipercaya dua kali menjadi petugas haji yang mendampingi jamaah hingga ke Arab Saudi. Bahkan, ia pernah bertugas sebagai petugas non-kloter selama dua bulan di Makkah.

Baginya, kesempatan melayani para tamu Allah menjadi pengalaman hidup yang sangat berharga. Setiap tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, sehingga kepercayaan demi kepercayaan terus diberikan kepadanya.

Meski akan mengakhiri masa tugas sebagai aparatur, Dayat menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir dari semangatnya untuk terus memberikan kontribusi apabila masih diberikan kepercayaan pada masa mendatang.

“Mudah-mudahan penghargaan ini bukan berarti berhenti di sini. Apabila masih dipercaya memberikan pelayanan pada tahun-tahun berikutnya, kami siap. Semoga apa yang kami berikan benar-benar bermanfaat bagi jamaah haji,” ucapnya.

Di penghujung wawancara, Dayat menyampaikan pesan sederhana yang menjadi prinsipnya selama puluhan tahun mengabdi. Menurutnya, pelayanan yang dilakukan dengan ketulusan akan selalu menghadirkan manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi diri sendiri.

“Berikan pelayanan dengan sepenuh hati. Insya Allah akan membawa kebaikan di kemudian hari,” pesannya. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img