Kenakalan remaja belakangan terjadi di Kota Banjarmasin, aksi membahayakan bagi warga itu akhirnya memantik langkah tegas dari Dinas Pendidikan (Disdik). Tak ingin perilaku menyimpang pelajar semakin liar, sekolah-sekolah kini diwajibkan menggelar berbagai kegiatan positif setiap pagi sebagai benteng pembinaan karakter.
Mulai dari literasi, tadarus Al-Quran, ceramah agama hingga aktivitas edukatif lainnya bakal menjadi rutinitas baru di lingkungan sekolah dasar dan menengah pertama. Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya preventif sekaligus mitigasi terhadap meningkatnya perilaku negatif di kalangan pelajar.
“Jadi setiap pagi itu sekolah harus melaksanakan kegiatan positif untuk siswa. Baik di jenjang SD maupun SMP,” ujar Ryan usai meninjau kegiatan penguatan karakter pelajar di SMPN 2 Banjarmasin, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Ryan, pembinaan karakter kini menjadi fokus utama pemerintah daerah demi menciptakan generasi muda yang disiplin, beretika dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia menilai fenomena kenakalan remaja saat ini sudah cukup mengkhawatirkan karena banyak melibatkan usia pelajar.
“Akhir-akhir ini banyak perilaku negatif dari oknum-oknum usia pelajar di luar sekolah. Kondisi cukup meresahkan sehingga perlu pembinaan serius,” katanya.
Ia berharap nilai-nilai positif yang ditanamkan di sekolah tidak berhenti di ruang kelas saja, melainkan ikut diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun lingkungan sekitar. “Apa yang sudah ditanamkan dan diajarkan di sekolahannya. Harapannya siswa bisa mengimplementasikan kegiatan positif yang didapat tadi di rumah,” ujar Ryan.
Pemko Banjarmasin, sambungnya, selama ini terus hadir melalui berbagai program penguatan karakter yang dijalankan bersama sekolah-sekolah. Program tersebut juga selaras dengan gerakan nasional membangun generasi emas melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
“Terutama jenjang SMP usia yang sangat berisiko terpapar. Walaupun akhir-akhir ini banyak siswa SD yang terpapar perilaku negatif. Makanya kita ambil langkah preventif,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Banjarmasin, Aminsyah mengatakan, program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat sudah diterapkan serius di sekolah yang dipimpinnya. Dalam beberapa hari tertentu, seluruh siswa dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti kegiatan pembinaan seperti tadarus Al-Quran dan edukasi karakter.
“Selain mengisi kegiatan positif seperti pagi tadi ada tadarus Al-Quran. Tujuan lain siswa dikumpulkan pada pagi hari itu supaya membiasakan siswa datang tepat waktu ke sekolah,” ucap Aminsyah.
Tak hanya fokus pada disiplin dan pembinaan mental, sekolah juga mulai mengarahkan kreativitas siswa ke jalur yang lebih produktif. Salah satunya dengan menghadirkan fasilitas broadcasting bagi para pelajar.
“Alhamdulillah hari ini diresmikan Pak Kadisdik dan ini sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang berkeinginan dari ide kreatif mereka di bidang broadcasting. Harapannya ini bisa jadi barometer bagi sekolah lainnya,” ujarnya. Stn![]()










