Seri pembuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally 2026 bertajuk Banua Rally, resmi digelar di Kawasan Citra Mitra City (CMC), dari 8 hingga 10 Mei 2026.
Menghadaapi rally panjang dengan lompatan-lompatan tajam (jump), karakter lintasan full gravel yang didominasi jalur high speed di wilayah Martadah dan Pelaihari,pembalap muda M Ferdy Yanuar dari MES NAVSAT Autosport mengaku sudah mempersiapkan semuanya sejak jauh-jauh hari, baik fisik maupun mobil yang digunakan.
“Melihat karakter lintasan dan saya baru pertama mengikuti rally, pinish dengan waktu yang tepat sudah cukup,” katanya.
Dikatakan Ferdy, memang banyak pesaing dari tim-tim besar dan pembalap senior, “Di rally lebih pada melawan diri sendiri, saya tetap optimis terlebih dukungan besar dari kedua orang tua,” ungkapnya.
Sementara itu, makenik MES NAVSAT Autosport, Riki memastikan mobil yang dikendarai Ferdy berjalan lancar selama ajang berlangsung, sehingga pembalap bisa melewati semua lintasan dengan baik.
“Mobil yang dikendarai Ferdy dipersiapkan dengan matang, sekecil apapun potensi kerusakan mobil kita atasi, semoga pinish dengan lancar dan tidak ada kendala,” harapnya.
Rahmat Aji Sanjaya, mentor sekaligus ayah Ferdy menambahkan, walaupun tidak mematok juara, namun dukungan keluarga selalu menyertai dalam setiap ajang yang diikuti pembalap muda itu.
“Yang penting Ferdy tetap pokus, tenang melewati semua lintasan, bisa finish dengan catatan waktu Yang bagus,” paparnya.
Melihat tingginya antusias peserta rally yang di inisiasi Bina Banua Group tersebut, Ketua Panitia Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan Kejurnas Rally ini menjadi pemersatu semua pihak, banyak peserta yang hadir dan menjadi tontonan mantik warga banua.
“Hal ini tentu membuat perekonomian menjadi lebih baik, semoga kedepannya Kalsel bisa menjadi tuan rumah Asia Pacific Rally Championship (APRC),” paparnya.
Terkait ajang Rally Internasional bergengsi di bawah naungan FIA kawasan Asia dan Oceania tersebut, Ketua Umum (IMI) Pusat periode 2025-2030, Moreno Soeprapto memberikan dukungan penuh kepada Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menjadi tuan rumah.
“Kami dari IMI Pusat mengapresiasi sebesar-besarnya kepada Ketua IMI Kalsel Pak Edi dan seluruh panitia Banua Rally 2026. Terima kasih juga kepada para sponsor, Bina Banua Group dan seluruh pihak yang mendukung event pembuka Kejurnas tahun 2026 ini,” ujar Moreno.
Menurutnya, pelaksanaan Banua Rally 2026 berjalan sukses, aman, dan lancar serta menunjukkan kesiapan Kalimantan Selatan untuk naik level menjadi penyelenggara event reli internasional.
“Kalau saya lihat tadi dari kasat mata sudah cocok. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain. Kalsel sudah layak menjadi salah satu kandidat tuan rumah APRC selain Sumatera Utara,” katanya.
Moreno menilai event tersebut bukan hanya berdampak bagi perkembangan olahraga otomotif, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata dan mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Forkopimda Kalsel terhadap penyelenggaraan Kejurnas Rally Banua 2026. “Mudah-mudahan event ini memberikan dampak positif untuk pariwisata Kalimantan Selatan dan mendukung program Bapak Gubernur. Terima kasih juga kepada Forkopimda yang telah mensupport event ini,” ucapnya.
Dalam upaya menuju penyelenggaraan APRC hingga World Rally Championship (WRC), IMI Pusat saat ini juga mulai mengembangkan penggunaan perangkat tracker buatan dalam negeri yang dipasang pada mobil reli.
“Nah ini salah satu parameter untuk kita menuju WRC melalui APRC dulu. Kami punya tim observer dari IMI Pusat yang nantinya akan mengupdate hasil penilaian ke FIA dan APRC sebagai bahan acuan pengajuan tuan rumah,” jelas Moreno.
Selain kesiapan lintasan dan penyelenggaraan, Moreno juga menyoroti munculnya pembalap-pembalap lokal dalam Kejurnas Rally Banua 2026 sebagai tanda regenerasi olahraga otomotif berjalan baik di Kalimantan Selatan.
“Bagus, berarti regenerasi berjalan dan semangat menuju internasional sudah dimulai dari sekarang. Pembinaan berjalan tinggal peserta diperbanyak lagi,” katanya.
IMI Pusat juga akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan mulai dari steward, tim medik, hingga sistem keamanan lomba agar event-event berikutnya semakin baik. “Saya melihat persiapannya sudah bagus. Insya Allah semua berjalan lancar,” tutupnya.
Tercatat 45 perserta mengikuti ajang bergengsi kali ini, Perlombaan dibagi menjadi dua putaran, di mana setiap putarannya terdiri dari 6 Special Stage (SS) dengan total jarak melampaui 70 kilometer. Stn![]()










