Mengusung tajuk Banua Rally, seri pembuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally 2026, digelar di Kawasan Citra Mitra City (CMC), dari 8 hingga 10 Mei 2026.
Antusias tinggi pada gelaran yang diinisiasi Bina Banua Group tersebut, dibuktikan dengan tercatatnya 45 perserta yang mengikuti ajang bergengsi itu.
Ajang Banua Rally 2026 menawarkan lompatan-lompatan tajam (jump) yang akan menguras adrenalin di wilayah Martadah dan Pelaihari, sementara karakter lintasan full gravel yang didominasi jalur high speed.
Perlombaan ini dibagi menjadi dua putaran, di mana setiap putarannya terdiri dari 6 Special Stage (SS) dengan total jarak melampaui 70 km. Melihat tantangan tersebut dua pereli muda bersaudara asal Tapin, Kalimantan Selatan, Muhammad Kholilul Rahman dan Ahmad Sakha Rahim sudah siap tancap gas di Kejurnas Banua Rally 2026 ini.
Kedua pereli muda dari HRVRT itu merupakan putra dari juara reli nasional HM Rihan Variza. Meski baru pertama kali turun di reli panjang, keduanya mendapat perhatian khusus dari pereli nasional sekaligus mentor mereka, Rizal Sungkar.
“Sangat penting menjaga emosi, fokus dan kondisi fisik bagi para pembalap muda yang turun di ajang reli panjang. Berbeda dibanding sprint rally, semuanya harus buru-buru dan komitmennya tinggi sekali. Tapi reli panjang ini seperti maraton, pace-nya berbeda,” papar Rizal.
Rally panjang menuntut konsistensi dan kemampuan menjaga ritme sejak start hingga finis. Karena itu, target utama bagi para debutan bukan sekadar mengejar catatan waktu, melainkan mampu menyelesaikan lomba dengan aman.
“Yang penting dipastikan sehat, tidak kelelahan, waktunya tetap bagus, fokus dan konsentrasinya juga harus terjaga,” imbuhnya.
Pada Banua Rally kali ini, Muhammad Kholilul Rahman bersama co-driver Tri Arjuna turun di kelas RC3 menggunakan mobil Ford Fiesta Rally3. Sementara Ahmad Sakha Rahim dengan co-driver M Zaki Supriatna di kelas RC4 menggunakan Renault Clio Rally4.
Rizal Sungkar juga menyoroti karakter special stage (SS) Banua Rally yang disebutnya sangat cepat dengan dominasi lintasan high speed.
“SS kali ini high speed banget. Banyak pakai gigi 5 dan gigi 4, paling kecil mungkin 3 sesekali. Jadi anak-anak jangan sampai salah persepsi bahwa reli itu harus terus ngepol. Yang penting bisa menjaga kondisi mobil dari start sampai finis,” papar Rizal.
Sementara itu, Mentor sekaligus ayah dari dua pereli muda asal Tapin, Rihan Variza mengaku bangga melihat semangat anak-anaknya yang mulai serius menekuni dunia reli secara profesional.
Rihan menyebut sejak awal kedua anaknya memang diarahkan untuk belajar langsung dari pereli nasional seperti Rizal Sungkar dan Rifat Sungkar.
“Alhamdulillah anak-anak semangatnya luar biasa. Kami sebagai orang tua mengarahkan mereka supaya benar-benar belajar profesional,” tutur Rihan.
Meski turun di reli panjang untuk pertama kali, Rihan menegaskan dirinya tidak memasang target muluk-muluk. Baginya, finis dengan aman sudah menjadi pencapaian penting bagi para debutan muda bersaudara itu. Stn![]()










