Presiden Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin periode 2026–2027, Ahmad Munawir Sazali, menyampaikan kekecewaannya terhadap jalannya aksi demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan pada Rabu (22/4).
Dalam keterangannya, Ahmad Munawir Sazali menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh mahasiswa berlangsung secara kondusif sejak awal. Massa aksi datang dengan tujuan menyampaikan sejumlah gagasan dan aspirasi kepada pihak legislatif serta instansi terkait.
Namun demikian, ia menilai respons dari pihak yang diharapkan hadir tidak sesuai dengan harapan. Beberapa pejabat yang diminta untuk hadir secara langsung hanya diwakili oleh perwakilan, sehingga menghambat proses dialog yang diinginkan oleh mahasiswa.
“Kami telah mencoba melakukan negosiasi agar seluruh pihak yang berkepentingan dapat hadir secara langsung untuk berdialog bersama. Namun, hal tersebut tidak terealisasi,” ujarnya.
Situasi semakin memanas ketika, sekitar pukul 17.30 WITA, sejumlah pejabat dan aparat yang sebelumnya berada di lokasi meminta waktu selama 15 menit dengan alasan keperluan pribadi, seperti ke toilet dan melaksanakan ibadah salat. Akan tetapi, setelah waktu yang dijanjikan berlalu, pihak tersebut tidak kembali menemui massa aksi.
Merasa tidak mendapatkan kepastian, mahasiswa kemudian berupaya memasuki gedung untuk menagih komitmen yang telah disampaikan. Namun, upaya tersebut dihadang oleh aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Dalam insiden tersebut, dilaporkan terjadi tindakan represif terhadap beberapa peserta aksi. Akibatnya, sejumlah massa mengalami luka-luka, dan satu orang di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Ahmad Munawir Sazali menegaskan bahwa pihaknya menyayangkan terjadinya tindakan tersebut, mengingat aksi yang dilakukan sejak awal bertujuan untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan terbuka. Lut![]()










