25 C
Banjarbaru
Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Pegiat Literasi Mutia Terpilih Duta Baca 2026

Setelah melalui prosedur tahapan seleksi yang cukup ketat dan kompetitif, Mutia Ulfa terpilih sebagai Duta Baca Kabupaten Tanah Bumbu 2026. Mutia merupakan pegiat literasi muda dari komunitas literasi Pelita.

Ajang pemilihan Duta Baca kategori umum ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanah Bumbu. Final dilaksankan di lantai III Kantor Layanan Umum Perpustakaan kompleks perkantoran Gunung Tinggi, Senin hingga Selasa tanggal 2 – 3 Februari.

Terpaut sedikit poin di posisi runner up, terpilih Maria Ulfa yang merupakan founder Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Inspirasi. Lalu diposisi ketiga ada M Bayu Andini yang merupakan aktivis di Yayasan Wikipedi.

Tiga orang juri, Sri Supadmi, Irma Ningsih dan Muzakkir Munzir memilih pemanang berdasarkan serangaian penilaian. Sebelum sampai pada babak final 8 besar, peserta terlebih dahulu membuat tulisan essay dengan tema pembudayaan membaca. Peserta juga membuat proposal program Buta Baca.

Peserta yang masuk babak final selanjutnya diminta untuk mempresentasikan program di hadapan dewan juri. Pada tahapan ini peserta juga diuji dengan sejumlah pertanyaan lisan.

Tahapan akhir peserta secara acak diminta menjawab sejumlah pertanyaan studi kasus. Dengan limit waktu kurang dari satu menit, pada tahap ini peserta harus menyakinkan juri dengan argumen logis. Tahap ini berlangsung dramatis, hampir semua peserta tampak tegang.

Sekretaris Dispersip Akhmad Fitriadi saat membuka acara mengatakan Duta Baca terpilih nantinya akan menjadi Mitra Dispersip untuk mengkampanyekan gerakan literasi terutama untuk meningkatkan kegemaran bembaca.

“Duta Baca ini bukan hanya sebagai simbol, tapi juga harus menjadi motor sekaligus inspirator bagi khalayak untuk meningkatkan kegemaran membaca,” ujarnya saat membuka acara.

Dispersip telah menyusun serangkaaian program kolaboratif yang melibatkan Duta Baca. Karena itu komitmen dan dedikasi Duta Baca yang terpilih nantinya sangat diharapkan.

Salah satu dewan juri, Sri Supadmi mengapresiasi tingginya atensi peserta dalam kompetisi ini. Semangat peserta menurutnya sebagai refresentatif gairah gerakan literasi di lapangan. Ia berharap Duta Baca terpilih benar benar mampu menjalankan amanahnya menjadi pelopor gerakan literasi di tengah masyarakat.

“Karena itu poin penting dari penilaian adalah komitmen. Kami tidak mencari duta yang hanya mampu berkomunikasi dengan baik, atau dengan penampilan yang modis, Duta Baca punya beban tanggung jawab yang besar, kami membutuhkan orang yang memang memiliki militansi yang kuat,” jelas Sri Supadmi yang merupakan penulis buku asal kabupaten setempat.

Sementara itu, Duta Baca demisioner yang terpilih di tahun 2023, Irma Ningsih mengatakan jika tantangan Duta Baca ke depan semakin berat. Di tengah arus kemajuan teknologi Duta Baca harus memiliki strategi jitu untuk mengkampanyekan dan menumbuhkembangkan kegemaran membaca di tengah masyarakat.

“Kami berharap Duta Baca bisa membangun kerjasama dengan berbagai pihak, bukan hanya dispersip. Membuka jejaring kemitraan seluas mungkin. Kami optimis jika Duta Baca terpilih akan mengemban amanah dengan baik,” tandasnya. Bzak

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img