24 C
Banjarbaru
Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Wali Kota Pastikan Pengerukan di Sungai Miai Terus Berlanjut

Selepas memimpin aksi bersih-bersih sungai di kawasan Simpang Tangga, Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, langsung bergerak menuju Sungai Miai untuk meninjau dan memastikan proses pengerukan sungai berjalan optimal.

Pengerukan dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai yang selama ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama lambatnya aliran air saat hujan dan pasang, sehingga berdampak langsung pada permukiman warga di sekitarnya.

“Kalau sungainya dangkal, air akan lama turun. Inilah yang menyebabkan rumah warga sering tergenang. Hari ini kita lakukan pengerukan agar aliran kembali normal dan risiko banjir bisa ditekan,” ujar Wali Kota Yamin di sela peninjauan, Sabtu (31/01).

Dalam kegiatan tersebut, Ia didampingi Ketua RT setempat yang turut menjelaskan kondisi wilayah, titik-titik rawan genangan, serta perubahan karakter sungai yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran perangkat lingkungan ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Yamin, normalisasi Sungai Miai bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari solusi jangka menengah dalam pengendalian banjir perkotaan. Sungai harus diberi ruang agar mampu menampung dan mengalirkan air secara maksimal, terutama saat debit air meningkat akibat curah hujan tinggi. “Kita tidak bisa hanya menunggu hujan reda atau air surut. Sungai harus diberi ruang agar air cepat mengalir. Ini ikhtiar konkret pemerintah agar warga merasa lebih aman,” tegasnya.

Adapun material hasil kerukan sungai tidak dibiarkan menumpuk tanpa fungsi. Pemerintah Kota Banjarmasin memanfaatkan tanah kerukan tersebut dengan menempatkannya di sisi jalan aspal lingkungan komplek. Langkah ini dilakukan untuk memperlebar badan jalan agar sejajar dengan ruas jalan lain di kawasan tersebut sekaligus meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas warga.

“Tanah kerukan ini kita manfaatkan untuk kepentingan warga juga. Jalan lingkungan jadi lebih lebar dan rapi. Namun, apabila ada warga yang merasa terganggu atau keberatan, pemerintah siap mengangkut kembali tanah tersebut,” kata Yamin.

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan efisiensi serta kebutuhan infrastruktur lingkungan. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat guna mengantisipasi potensi keluhan atau konflik sosial yang mungkin timbul di lapangan.

Wali Kota juga mengingatkan soal pemeliharaan dan pengawasan rutin di kawasan sungai sehingga dapat mencegah potensi sedimentasi kembali terjadi, sebab menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar merupakan bagian dari solusi berkelanjutan dalam menangani banjir.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap masyarakat tidak lagi hidup dalam kekhawatiran setiap kali hujan turun atau air pasang datang.

“Kota ini milik kita bersama. Sungai harus kita jaga bersama. Pemerintah bergerak, masyarakat ikut peduli,” pungkasnya. Sm

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img