26.3 C
Banjarbaru
Rabu, Januari 21, 2026
spot_img

Ketua Umum DPP GEKRAB Banua Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Kreatif Kalsel

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Banua (DPP GEKRAB Banua), H. Ahmad Rabbani, menegaskan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam membangun ekonomi kreatif Kalimantan Selatan agar semakin berdaya saing dan berjaya. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Ketua serta Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Selatan masa bakti 2025–2030, yang digelar di Aula RRI Banjarmasin, Minggu (18/1/2026).

Mengawali sambutannya, H. Ahmad Rabbani menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh pelaku dan pejuang ekonomi kreatif Banua yang hadir. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Dr. Ir. H. Miftahul Khoir, ST, MT, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan selaku Dewan Pembina DPP GEKRAB Banua, perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kalimantan Selatan, serta jajaran dinas terkait dan tamu undangan.

“Pelantikan hari ini merupakan momentum kebersamaan dalam membangun Banua, khususnya di bidang ekonomi kreatif. Ini adalah langkah penting agar kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi hobi, tetapi mampu menjadi roda penggerak ekonomi yang nyata,” ujar Ahmad Rabbani.

Ia menjelaskan, pelantikan pengurus DPD GEKRAB Banua se-Kalimantan Selatan sejatinya direncanakan untuk 11 kabupaten dan kota. Namun, karena sejumlah pertimbangan, pelantikan untuk DPD Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin sementara ditunda. Dengan demikian, pada kesempatan ini dilakukan pelantikan terhadap tujuh DPD, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru.

Dalam sambutannya, Ahmad Rabbani juga mengulas secara singkat sejarah berdirinya GEKRAB Banua. Ia menyampaikan bahwa embrio organisasi ini berawal dari Gerakan Ekonomi Kreatif Indonesia (GEKRAFI) yang sebelumnya bernaung di tingkat nasional. Seiring berakhirnya masa kepengurusan pusat pada Februari 2025 dan tidak adanya lagi struktur induk organisasi yang menerbitkan surat keputusan, kepengurusan daerah pun secara otomatis berakhir.

“Berangkat dari keprihatinan dan rasa tanggung jawab, kami berinisiatif untuk tetap mewadahi para anggota yang mayoritas merupakan pelaku UMKM, khususnya usaha super mikro, mikro, dan kecil. Potensi mereka sangat besar, sehingga kami bertekad membentuk organisasi mandiri yang kini dikenal sebagai Gerakan Ekonomi Kreatif Banua,” jelasnya.

Melalui GEKRAB Banua, Ahmad Rabbani berharap terbangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, terorganisir, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan, dengan dukungan sinergis antara pelaku usaha, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga soliditas organisasi, serta menghadirkan program-program nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi kreatif di Banua. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img